Senin, 02 Juni 2014

My Belitung Destination - Second Destination : Dewi Kwan Im Vihara


Setelah mengunjungi SD Muhammadiyah, Kami mengunjungi Museum Andrea Hirata Namun laporan perjalanan saya disana akan saya kunjungi di lain waktu. Kali ini setelah saya mengunjungi museum tersebut, Saya mengunjungi sebuah Wihara yang menurut kawan dari tante saya merupakan wihara yang sudah sangat tua di Belitung. Tepatnya di Kampung Burung Mandi. Saya lalu menuju kesana dengan mobil.

Vihara Budhayana Dewi Kwan Im berada di kampung Burung Mandi yang terletak di kabupaten Belitung Timur. Vihara ini bisa ditempuh dari bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan dalam waktu sekitar 2 jam. Lokasi vihara berada tidak jauh dari pantai Burung Mandi dan juga pantai Bukit Batu. Bahkan pantai Burung Mandi bisa terlihat dikejauhan dari Vihara. Vihara Budhayana Dewi Kwan Im didirikan pada tahun 1747.
Jadi Vihara ini berumur cukup tua lebih dari 250 tahun sudah berdiri di Belitung. Kalau anda berkunjung ke provinsi Bangka Belitung ada dua Vihara Dewi Kwan Im yang terletak di pulau berbeda. Vihara yang sedang dibahas disini adalah Vihara Dewi Kwan Im yang berada di pulau Belitung.
Selain sebagai penghasil timah, dahulu Belitung juga dikenal sebagai penghasil nikel pada masa Sultan Mahmud Badaruddin. Sultan ini adalah salah satu pemimpin dari Kesultanan Palembang Darussalam yang menguasai Belitung. Karena kekayaan sumber daya alamnya, penjajah Belanda merebut pulau Belitung. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di pertambangan nikel di Belitung, Belanda membawa banyak pekerja dari Tiongkok. Kemungkinan para pekerja yang tinggal di kampung Burung Mandi inilah yang mendirikan Vihara Budhayana Dewi Kwan Im.
Gapura Pintu Masuk Vihara Dewi Kwan Im
Vihara Dewi Kwan Im Diatas Tanah Berpunuk
Konon berdasarkan cerita, ada seorang nelayan yang menemukan patung Budha Bodhisattva di pantai yang berada di kampung Burung Mandi. Ketika ditemukan patung ini terbenam sebagian dalam pasir pantai. Patung yang ditemukan oleh nelayan tersebut kemudian menjadi buah bibir masyarakat sekitar yang akhirnya menyebar ke daerah lain.


Orang-orang yang mendengar cerita tersebut kemudian mengatakan, bahwa itu semua adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Penemuan patung Budha Bodhisattva adalah pertanda baik yang bisa melindungi kampung mereka dari pengaruh roh jahat. Sebagai wujud terima kasih, masyarakat sekitar kemudian membangun Vihara disekitar lokasi penemuan patung yang sekarang dikenal dengan nama Vihara Budhayana Dewi Kwan Im.
Ketika baru datang ke Vihara Budhayana Dewi Kwan Im di kampung Burung Mandi, maka anda akan disambut oleh gapura berwarna pink dengan sentuhan merah diatapnya. Didepan tiang penyangga gapura terdapat dua buah patung hewan. Saya kurang tahu hewan didepan gapura ini disebut dengan apa. Ketika anda masuk melewati gapura kedalam areal parkir, maka sudah terlihat keindahan Vihara Budhayana Dewi Kwan Im. Vihara ini didirikan diatas tanah yang lebih tinggi dari area di sekitarnya. Vihara ini didominasi dengan warna merah dan warna pink. Ada beberapa tangga yang bisa digunakan untuk naik ke vihara yang berdiri diatas tanah berpunuk-punuk. Fondasi batu gunung yang dicat berwarna merah bisa terlihat jelas menahan vihara diatas tanah.
Gazebo di Salah Satu Bagian Vihara
Patung Dewi Kwan Im
Pada bangunan utama Vihara Budhayana Dewi Kwan Im anda akan menemukan sejumlah tiang penyangga berbentuk silinder. Pada beberapa tiang ini terdapat ornamen berupa naga berwarna hijau yang melingkari tiang. Kepala naga tersebut menyembul keluar dari tiang sehingga hampir mencapai atap vihara. Anda juga akan menemukan beberapa lampion yang tergantung di langit-langit vihara. Di bangunan ini terdapat altar dengan empat buah vas kecil yang dipenuhi dengan bunga. Tepat ditengah altar terdapat sebuah wadah dari kuningan tempat menaruh dupa. Tepat dibelakang altar ini terdapat patung Dewi Kwan Im. Ada ornamen lampu cantik berbentuk teratai di kedua sisi patung.
Pada salah satu bagian vihara Budhayana Kwan Im juga terdapat semacam gazebo terbuka dengan atap bertingkat dua. Di puncak atapnya terdapat sebuah bola berwarna merah. Di bagian bawah atap terdapat semua meja semen. Diatas meja ini diletakkan sebuah guci kuningan tempat menaruh dupa. Saya kurang tahu gazebo ini digunakan untuk persembahan terhadap dewa apa.
Ada beberapa bangunan lainnya yang berada di Vihara Budhayana Kwan Im. Bangunan tersebut salah satunya digunakan untuk beribadah kepada Budha. Sementara banguanan yang lain digunakan untuk berdoa kepada dewa laut bernama Toapekong kalau saya tidak salah tulis. Anda juga bisa meminta pengurus vihara untuk diramal menggunakan sejumput bambu yang berisi tulisan. Kumpulan bambu kecil ini akan diguncang-guncang dalam wadahnya hingga beberapa bambu terjatuh. Nah, dari bambu yang terjatuh itulah bisa terlihat peruntungan anda.
Dewi Kwan Im adalah Dewi yang terkenal dengan kasih sayangnya terhadap manusia. Oleh karena itu Dewi Kwan Im juga mendapatkan julukan Dewi Welas Asih. Berdasarkan ajaran yang berkembang terutama di Asia bagian timur, nama Dewi Kwan Im dipercaya berasal dari Avalokitesvara yang merupakan bahasa Sansekerta. Oleh karena itu diluar Indonesia, Dewi Kwan Im juga dipanggil dengan nama Dewi Guanyin yang merupakan terjemahan dari Avalokitesvara.
Kalau ingin melihat upacara peribadatan di Vihara Budhayana Dewi Kwan Im, anda sebaiknya datang pada saat hari besar keagamaan. Karena pada saat itulah vihara ini dipenuhi oleh pengunjung. Setelah selesai mengunjungi vihara, anda bisa lanjut berkunjung ke pantai Burung Mandi yang berada tidak jauh dari vihara. Jadi sekali jalan bisa langsung mengunjungi dua objek wisata sekaligus di Belitung.

Tetap ikuti perjalan saya di "Dude also Write"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar