 |
| Para pengunjung Pameran Fotografi & Essay perdana di The UBM Plaza, Universitas Bunda Mulia (19/04) tampak mengomentari salah satu karya fotografi di pameran tersebut. |
Banyak kejadian yang menggetarkan jiwa masyarakat
Indonesia, salah satunya terpancar dari seorang ibu yang menutup mulutnya
dengan kerudung melewati debu dan asap yang mengepul sambil menatap ironis pada
rumahnya yang telah rata dengan tanah akibat penggusuran di daerah kampung luar
batang, Jakarta Utara. Selain kisah
tersebut, beberapa peristiwa lainnya telah diabadikan lewat 60 karya fotografi terbaik
dalam Pameran Fotografi & Essay.
Pameran Fotografi & Essay diadakan dalam rangkaian Social Science Week
2016 yang diselenggarakan sejak tanggal 18 April – 23 April 2016 atas kerjasama
Fakultas Ilmu Sosial & Humaniora UBM, SEMAFISH, COMRADE HMJ IKOM, serta Club
Ilmu Komunikasi yaitu Journal Is Me & Click Photography Club. Acara ini
disambut baik oleh seluruh Civitas Akademika Universitas Bunda Mulia.
Tema SSW2016 kali ini mengangkat tema “Earth
Focus on The Future” yang bertujuan untuk mengajak para warga Universitas Bunda
Mulia untuk lebih fokus pada usaha penyelamatan keberlanjutan lingkungan di
masa depan. Tentunya karya-karya yang dipamerkan merupakan karya para mahasiswa
Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia yang telah diseleksi sebelumnya
oleh Tim Dosen & panitia Pameran.
Seperti ratusan foto yang telah
dikumpulkan dari mahasiswa yang mengikuti kelas Photography Journalism, dipilih
60 karya fotografi dan dari 120 karya essay dari kelas Media Online dipilih 20
karya essay untuk dipamerkan pada Pameran Foto & Essay. Setelah itu, pengunjung bisa melakukan voting, lalu
pemilik voting tertinggi akan diberi apresiasi berupa gelar juara 1,2, dan
favorit serta hadiah yang menarik.
Pameran Fotografi & Essay ini baru
perdana diadakan namun diharap mampu menjadi media pembelajaran.Walau baru
perdana, pameran ini terlihat cukup ramai dengan para mahasiswa yang menikmati
hasil karya fotografi & essay para mahasiswa yang telah terpilih. Beberapa
dari mereka ada yang menunjuk-nunjuk foto-foto tersebut sambil sedikit
berkomentar mengenai foto yang terpampang di dinding pameran tersebut.
Yuri Alfrin Aladdin, SE., M.Si selaku
Pembina Pameran Fotografi & Essay menyatakan bahwa, “Pameran
fotografi dan essay ini murni diselenggarakan atas ide dan kreasi oleh
mahasiswa UBM dan diperuntukkan juga untuk mahasiswa UBM, tugas pembina hanya untuk
mengarahkan dan mewujudkannya”.
“Pameran
ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa & masyarakat untuk
menjaga lingkungan”, ungkap Ketua Click Photography Club, Jessica Inestasia.
Albeth Oktafinus selaku salah satu panitia Pameran Fotografi & Essay juga
menuturkan sungguh besar harapannya akan acara ini bisa berjalan lancar dan
dapat memberikan pembelajaran agar bisa lebih mengembangkan kualitas pameran
ini di tahun berikutnya.
Namun
diakui ada beberapa kekurangan acara ini yang sangat disayangkan adalah adanya
kekurangan dana, juga kurangnya persiapan dari panitia dan materi foto yang
masih kurang memuaskan dan belum layak dipamerkan sehingga acara ini berjalan
kurang maksimal. “Sayang sekali acara ini packaging-nya kurang bagus, kurang
menarik”, ujar Daniel Alexander, salah satu pengunjung yang juga merupakan
mahasiswa UBM.
Acara
yang akan direncanakan menjadi sebuah event berkelanjutan ini semoga tidak
pernah puas akan pencapaian dan terus memperbaiki kualitas penyelenggaraannya.
Selain itu semoga acara ini juga terbuka bagi umum sehingga karya-karya Essay
dan foto dari pihak luar bisa turut ditampilkan. Namun sisi positif yang bisa
kita ambil adalah kita sebenarnya bisa
menyelenggarakan pameran dengan biaya minimum asalkan ada kesadaran swadaya.
Sumber Foto : Dokumen Pribadi ( Stefanus Ronaldo )