Senin, 11 April 2016

Tidak Perlu Gravitasi Untuk Mengubah Dunia

Tidak Perlu Gravitasi Untuk Mengubah Dunia
Oleh : Stefanus Ronaldo/ 6PIK2/ 14130254

            Saat ini yang menjadi permasalahan utama di dunia, terutama untuk negara padat penduduk adalah tidak adanya lagi ruang hijau untuk menanam tumbuhan. Padahal semakin hari, bumi kita semakin merana dan memanas dengan adanya polusi udara dari asap pabrik dan kendaraan bermotor yang menyebabkan udara tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Jumlah oksigen semakin menipis, manusia semakin acuh tidak acuh dalam menatap bumi yang mereka tinggali ini, apakah kita sebagai manusia yang memiliki akhlak dan pikiran akan diam saja melihat keterpurukan dunia ini? Apakah kita rela melihat anak cucu kita menderita sedari lahir karena ketidakperdulian kita terhadap masa depan dunia ini?
Banyak yang sudah kebingungan untuk mengubah cara pandang masyarakat demi mengatasi masalah yang semakin runyam ini. Padahal sebenarnya ada sebuah cara yang cemerlang untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan melakukan Verticulture. Sehingga gravitasi menjadi sebuah hal yang tidak diperlukan lagi untuk kita menanam karena kita  bisa menanam di lahan vertikal.



Green Wall Garden - Bintaro Jaya Xchange Shopping Mall


Menurut saya, cara ini merupakan salah satu jalan keluar yang kreatif dan tepat untuk mengatasi permasalahan bumi dalam usaha penyelamatan keberlanjutan lingkungan di masa depan karena Verticulture merupakan budidaya tanaman pada lahan bertingkat secara vertikal. Salah satu contoh nyata yang saya lihat di kawasan Bintaro Jaya, Jakarta Selatan adalah Green Wall Garden yang bisa kita jumpai menghiasi dinding gedung Bintaro Jaya Xchange Shopping Mall.
Tidak ada yang menyangka bahwa proses perawatan Verticulture terbesar di Indonesia tersebut bisa mencapai kurang lebih Rp 200 Juta sebulan! Saya salut dengan pendiri Mall tersebut karena tetap memperhatikan lingkungan disamping mendirikan pusat perbelanjaan. Tentunya hal tersebut menginspirasi kita untuk memulai menjadi verticulturist atau orang yang menjalankan sistem budidaya verticulture.
Media penanaman bisa dimana saja, di tempat-tempat yang masih terdapat ruang untuk menanam seperti di dinding rumah, pagar rumah, ataupun di atap dan jendela rumah Anda. Selain mampu memperindah tempat tinggal kita, menanam dengan sistem seperti ini juga membuat kita dapat menyadari bahwa sebenarnya masih ada banyak cara untuk menghijaukan kembali bumi kita.
Sebuah kesadaran yang terbersit di otak saya bahwa kita harus lebih fokus pada masa depan dunia ini. Kita harus sadar bahwa lingkungan hijau merupakan salah satu  penentu keberlangsungan kehidupan umat manusia di dunia ini. Tidak hanya manusia saja yang membutuhkan oksigen yang diproduksi oleh tanaman, semua mahluk hidup pun membutuhkannya.
Maka dari itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak mulai menanam tumbuhan walaupun dimulai dari sebuah pot yang bisa kita buat sendiri dari botol bekas yang kita beri lubang dan kita tata sedemikian rupa agar dinding tempat kita menanam menjadi lebih indah setelah diberi tanaman vertikultur tersebut.

Green Wall Garden in San Vicente - Argentina
Tentunya tidak hanya Indonesia yang sudah menerapkan verticulture. Sebelumnya beberapa negara di belahan dunia lain  seperti di San Vicente dan Madrid juga sudah menyemarakkan keindahan tanaman tanpa gravitasi ini di seluruh sudut perkotaan. Bahkan gaya bertanam seperti ini sudah diprediksikan akan menjadi cara bertanam di masa depan.
Verticulture Garden in Madrid

Hanya satu kata yang bisa saya katakan, “Wow!” karena sebenarnya manusia sudah mulai menyadari akan pentingnya tanaman sebagai penyedia oksigen tunggal bagi umat manusia itu sendiri. Apakah Anda sudah siap untuk menyelamatkan bumi? Apakah Anda ingin membuat bumi menjadi planet yang lebih layak untuk ditinggali? Semua ada di tangan Anda. Tidak ada salahnya untuk menjadi seorang Verticulturist.

Karena pada akhirnya akan kita sadari bahwa sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan gravitasi untuk menanam, kita tidak membutuhkan lahan yang besar, kita sebenarnya hanya membutuhkan niat dan keinginan yang kuat untuk menjaga lingkungan dan menciptakan sebuah tempat yang nyaman untuk anak cucu kita di masa depan  kelak. Mereka pastinya akan  merasa bersyukur bisa mengenal sebuah generasi yang sadar akan pentingnya tumbuhan bagi kelangsungan hidup masyarakat di masa depan dan satu hal yang perlu diingat, mereka tidak perlu gravitasi untuk mengubah dunia.

Sumber Foto :

http://www.indogreenwall.com/id/images/project/Bintaro-Jaya-Xchange-Mall/update-1/Bintaro%20Jaya%20Xchange%20Mall%20-%20Vertical%20Garden%20Terbesar%20Indonesia%20-%209a.jpg

http://www.indogreenwall.com/id/images/progress/bintarojaya/Bintaro%20Jaya%20Xchange%20Mall%20-%20vertical%20garden%204.jpg



https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/236x/25/c4/7d/25c47d201c32b44c626c879c85652113.jpg

https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/enhanced/webdr03/2013/2/27/15/enhanced-buzz-8592-1361998216-15.jpg


1 komentar:

  1. materi anda bagus, tetapi artikel anda terlalu panjang dan membuat orang bosan membacanya.

    BalasHapus