Tidak Perlu Gravitasi Untuk
Mengubah Dunia
Oleh : Stefanus Ronaldo/ 6PIK2/ 14130254
Saat
ini yang menjadi permasalahan utama di dunia, terutama untuk negara padat penduduk
adalah tidak adanya lagi ruang hijau untuk menanam tumbuhan. Padahal semakin
hari, bumi kita semakin merana dan memanas dengan adanya polusi udara dari asap
pabrik dan kendaraan bermotor yang menyebabkan udara tidak layak lagi untuk
dikonsumsi.
Jumlah oksigen semakin menipis, manusia
semakin acuh tidak acuh dalam menatap bumi yang mereka tinggali ini, apakah
kita sebagai manusia yang memiliki akhlak dan pikiran akan diam saja melihat
keterpurukan dunia ini? Apakah kita rela melihat anak cucu kita menderita
sedari lahir karena ketidakperdulian kita terhadap masa depan dunia ini?
Banyak yang sudah kebingungan untuk
mengubah cara pandang masyarakat demi mengatasi masalah yang semakin runyam
ini. Padahal sebenarnya ada sebuah cara yang cemerlang untuk mengatasi hal ini,
yaitu dengan melakukan Verticulture.
Sehingga gravitasi menjadi sebuah hal yang tidak diperlukan lagi untuk kita
menanam karena kita bisa menanam di
lahan vertikal.
![]() |
| Green Wall Garden - Bintaro Jaya Xchange Shopping Mall |
Menurut saya, cara ini merupakan salah satu jalan
keluar yang kreatif dan tepat untuk mengatasi permasalahan bumi dalam usaha
penyelamatan keberlanjutan lingkungan di masa depan karena Verticulture
merupakan budidaya tanaman pada lahan bertingkat secara vertikal. Salah satu
contoh nyata yang saya lihat di kawasan Bintaro Jaya, Jakarta Selatan adalah Green
Wall Garden yang bisa kita jumpai menghiasi dinding gedung Bintaro Jaya Xchange
Shopping Mall.
Tidak ada yang menyangka bahwa proses
perawatan Verticulture terbesar di
Indonesia tersebut bisa mencapai kurang lebih Rp 200 Juta sebulan! Saya salut
dengan pendiri Mall tersebut karena tetap memperhatikan lingkungan disamping
mendirikan pusat perbelanjaan. Tentunya hal tersebut menginspirasi kita untuk
memulai menjadi verticulturist atau
orang yang menjalankan sistem budidaya verticulture.
Media penanaman bisa dimana saja, di
tempat-tempat yang masih terdapat ruang untuk menanam seperti di dinding rumah,
pagar rumah, ataupun di atap dan jendela rumah Anda. Selain mampu memperindah
tempat tinggal kita, menanam dengan sistem seperti ini juga membuat kita dapat
menyadari bahwa sebenarnya masih ada banyak cara untuk menghijaukan kembali
bumi kita.
Sebuah kesadaran yang terbersit di otak
saya bahwa kita harus lebih fokus pada masa depan dunia ini. Kita harus sadar
bahwa lingkungan hijau merupakan salah satu
penentu keberlangsungan kehidupan umat manusia di dunia ini. Tidak hanya
manusia saja yang membutuhkan oksigen yang diproduksi oleh tanaman, semua
mahluk hidup pun membutuhkannya.
Maka dari itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk
tidak mulai menanam tumbuhan walaupun dimulai dari sebuah pot yang bisa kita
buat sendiri dari botol bekas yang kita beri lubang dan kita tata sedemikian
rupa agar dinding tempat kita menanam menjadi lebih indah setelah diberi tanaman
vertikultur tersebut.
Tentunya tidak hanya Indonesia yang
sudah menerapkan verticulture. Sebelumnya beberapa negara di belahan dunia lain
seperti di San Vicente dan Madrid juga
sudah menyemarakkan keindahan tanaman tanpa gravitasi ini di seluruh sudut
perkotaan. Bahkan gaya bertanam seperti ini sudah diprediksikan akan menjadi
cara bertanam di masa depan.
![]() |
| Verticulture Garden in Madrid |
Hanya satu kata yang bisa saya katakan, “Wow!” karena sebenarnya manusia sudah mulai menyadari akan pentingnya tanaman sebagai penyedia oksigen tunggal bagi umat manusia itu sendiri. Apakah Anda sudah siap untuk menyelamatkan bumi? Apakah Anda ingin membuat bumi menjadi planet yang lebih layak untuk ditinggali? Semua ada di tangan Anda. Tidak ada salahnya untuk menjadi seorang Verticulturist.
Karena pada akhirnya akan kita sadari
bahwa sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan gravitasi untuk menanam, kita
tidak membutuhkan lahan yang besar, kita sebenarnya hanya membutuhkan niat dan
keinginan yang kuat untuk menjaga lingkungan dan menciptakan sebuah tempat yang
nyaman untuk anak cucu kita di masa depan kelak. Mereka pastinya akan merasa bersyukur bisa mengenal sebuah generasi
yang sadar akan pentingnya tumbuhan bagi kelangsungan hidup masyarakat di masa
depan dan satu hal yang perlu diingat, mereka tidak perlu gravitasi untuk
mengubah dunia.
Sumber Foto :
http://www.indogreenwall.com/id/images/progress/bintarojaya/Bintaro%20Jaya%20Xchange%20Mall%20-%20vertical%20garden%204.jpg
https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/enhanced/webdr03/2013/2/27/15/enhanced-buzz-8592-1361998216-15.jpg




materi anda bagus, tetapi artikel anda terlalu panjang dan membuat orang bosan membacanya.
BalasHapus