Senin, 18 April 2016

UBM Gelar Pameran Fotografi & Essay Perdana

Para pengunjung Pameran Fotografi & Essay perdana di The UBM Plaza, Universitas Bunda Mulia (19/04) tampak mengomentari salah satu karya fotografi di pameran tersebut. 


Banyak kejadian yang menggetarkan jiwa masyarakat Indonesia, salah satunya terpancar dari seorang ibu yang menutup mulutnya dengan kerudung melewati debu dan asap yang mengepul sambil menatap ironis pada rumahnya yang telah rata dengan tanah akibat penggusuran di daerah kampung luar batang,  Jakarta Utara. Selain kisah tersebut, beberapa peristiwa lainnya telah diabadikan lewat 60 karya fotografi terbaik dalam Pameran Fotografi & Essay.

Pameran Fotografi & Essay  diadakan dalam rangkaian Social Science Week 2016 yang diselenggarakan sejak tanggal 18 April – 23 April 2016 atas kerjasama Fakultas Ilmu Sosial & Humaniora UBM, SEMAFISH, COMRADE HMJ IKOM, serta Club Ilmu Komunikasi yaitu Journal Is Me & Click Photography Club. Acara ini disambut baik oleh seluruh Civitas Akademika Universitas Bunda Mulia.

Tema SSW2016 kali ini mengangkat tema “Earth Focus on The Future” yang bertujuan untuk mengajak para warga Universitas Bunda Mulia untuk lebih fokus pada usaha penyelamatan keberlanjutan lingkungan di masa depan. Tentunya karya-karya yang dipamerkan merupakan karya para mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia yang telah diseleksi sebelumnya oleh Tim Dosen & panitia Pameran.

Seperti ratusan foto yang telah dikumpulkan dari mahasiswa yang mengikuti kelas Photography Journalism, dipilih 60 karya fotografi dan dari 120 karya essay dari kelas Media Online dipilih 20 karya essay untuk dipamerkan pada Pameran Foto & Essay. Setelah  itu, pengunjung bisa melakukan voting, lalu pemilik voting tertinggi akan diberi apresiasi berupa gelar juara 1,2, dan favorit serta hadiah yang menarik.

Pameran Fotografi & Essay ini baru perdana diadakan namun diharap mampu menjadi media pembelajaran.Walau baru perdana, pameran ini terlihat cukup ramai dengan para mahasiswa yang menikmati hasil karya fotografi & essay para mahasiswa yang telah terpilih. Beberapa dari mereka ada yang menunjuk-nunjuk foto-foto tersebut sambil sedikit berkomentar mengenai foto yang terpampang di dinding pameran tersebut.

Yuri Alfrin Aladdin, SE., M.Si selaku Pembina Pameran Fotografi & Essay menyatakan bahwa, “Pameran fotografi dan essay ini murni diselenggarakan atas ide dan kreasi oleh mahasiswa UBM dan diperuntukkan juga untuk mahasiswa UBM, tugas pembina hanya untuk mengarahkan dan mewujudkannya”.

 “Pameran ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa & masyarakat untuk menjaga lingkungan”, ungkap Ketua Click Photography Club, Jessica Inestasia. Albeth Oktafinus selaku salah satu panitia Pameran Fotografi & Essay juga menuturkan sungguh besar harapannya akan acara ini bisa berjalan lancar dan dapat memberikan pembelajaran agar bisa lebih mengembangkan kualitas pameran ini di tahun berikutnya.

 Namun diakui ada beberapa kekurangan acara ini yang sangat disayangkan adalah adanya kekurangan dana, juga kurangnya persiapan dari panitia dan materi foto yang masih kurang memuaskan dan belum layak dipamerkan sehingga acara ini berjalan kurang maksimal. “Sayang sekali acara ini packaging-nya kurang bagus, kurang menarik”, ujar Daniel Alexander, salah satu pengunjung yang juga merupakan mahasiswa UBM.
 
Acara yang akan direncanakan menjadi sebuah event berkelanjutan ini semoga tidak pernah puas akan pencapaian dan terus memperbaiki kualitas penyelenggaraannya. Selain itu semoga acara ini juga terbuka bagi umum sehingga karya-karya Essay dan foto dari pihak luar bisa turut ditampilkan. Namun sisi positif yang bisa kita ambil adalah kita sebenarnya bisa menyelenggarakan pameran dengan biaya minimum asalkan ada kesadaran swadaya.

Sumber Foto : Dokumen Pribadi ( Stefanus Ronaldo )


1 komentar:

  1. sangat menarik dalam artikel pameran ssw,karena penggunaan kata-kata yang di berikan akan tetapi mungkin kurangnya gambar yang untuk melengkapi!

    BalasHapus